Sentimen Ekonomi Kikis Permintaan Yen

ForextivaBiz, Yen tergelincir versus sebagian mata uang utama seiring kenaikan pada pasar saham mendorong investor untuk menjual surat-surat berharga dalam denominasi mata uang Jepang dan beralih memburu aset-aset yang ber-yield lebih tinggi. Mata uang Jepang tergelincir terhadap Dollar AS untuk hari keempat berturut-turut seiring kenaikan pada bursabursa Eropa yang dipicu menguatnya optimisme terhadap pemulihan ekonomi global. Departemen Tenaga Kerja AS pada 4 Februari lalu melaporkan tingkat pengangguran yang turun menjadi 9,0% bulan lalu, sementara pekerjaan bertambah 36.000. 

"Kendati kecenderungan di banyak negara akan menaikkan suku bunga, pasar tidak berharap Jepang akan mengikuti langkah tersebut," kata Paul Robson, seorang analis valuta asing senior pada Royal Bank of Scotland Plc di London. "Selisih suku bunga berdampak negatif bagi Yen, ditambah lagi pulihnya risk appetite dengan investor memperoleh tanda-tanda dari laporan upah dan menilai hal itu sebagai sesuatu yang positif untuk perekonomian global." Sentimen Ekonomi Kikis Permintaan Yen Yen tergelincir versus sebagian mata uang utama seiring kenaikan pada pasar saham mendorong investor untuk menjual surat-surat berharga dalam denominasi mata uang Jepang dan beralih memburu aset-aset yang ber-yield lebih tinggi. Mata uang Jepang tergelincir terhadap Dollar AS untuk hari keempat berturut-turut seiring kenaikan pada bursabursa Eropa yang dipicu menguatnya optimisme terhadap pemulihan ekonomi global. Departemen Tenaga Kerja AS pada 4 Februari lalu melaporkan tingkat pengangguran yang turun menjadi 9,0% bulan lalu, sementara pekerjaan bertambah 36.000. "Kendati kecenderungan di banyak negara akan menaikkan suku bunga, pasar tidak berharap Jepang akan mengikuti langkah tersebut," kata Paul Robson, seorang analis valuta asing senior pada Royal Bank of Scotland Plc di London. "Selisih suku bungaberdampak negatif bagi Yen, ditambah lagi pulihnya risk appetite dengan investor memperoleh tanda-tanda dari laporan upah dan menilai hal itu sebagai sesuatu yang positif untuk perekonomian global."